first-page
  • Alfin Ardiansyah
  • 04 Juli 2024

Bisnis Properti Masih Meningkat Pesat di 2024: Banyak Keluarga Baru Perlu Rumah Tiap Tahun

Bisnis properti di Indonesia diproyeksikan akan tetap menjanjikan pada tahun 2024. Dengan adanya pertumbuhan jumlah keluarga baru yang meningkat secara pesat setiap tahun, kebutuhan akan perumahan terus meningkat. Bisnis properti tetap menjadi investasi yang menarik dan faktor-faktor yang mendukung prospek cerah tersebut.

Pertumbuhan Keluarga Baru dan Kebutuhan Perumahan

Setiap tahun, Indonesia mengalami pertumbuhan jumlah keluarga baru yang signifikan dimana ratusan ribu keluarga baru membutuhkan tempat tinggal setiap tahunnya. Pertumbuhan ini menjadi salah satu pendorong utama permintaan akan perumahan, baik untuk rumah tapak maupun apartemen.

  1. Urbanisasi dan Pertumbuhan Populasi Urbanisasi yang terus berlangsung dan pertumbuhan populasi yang pesat di kota-kota besar meningkatkan kebutuhan akan hunian. Banyak penduduk yang pindah ke kota untuk mencari pekerjaan dan meningkatkan kualitas hidup, sehingga permintaan akan properti di perkotaan terus meningkat.
  2. Program Pemerintah dalam Penyediaan Perumahan Pemerintah Indonesia melalui berbagai program dan kebijakan terus berupaya untuk menyediakan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat. Program seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) menjadi solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah untuk memiliki rumah.

Keuntungan Investasi di Sektor Properti

Investasi di sektor properti dianggap sebagai salah satu bentuk investasi yang aman dan menguntungkan. Berikut beberapa alasan mengapa investasi properti tetap menarik:

  1. Nilai Aset yang Terus Meningkat Properti merupakan aset yang cenderung mengalami kenaikan nilai dari waktu ke waktu. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, harga properti di Indonesia terus mengalami peningkatan, sehingga memberikan keuntungan bagi para investor.
  2. Pendapatan Pasif dari Sewa Selain potensi kenaikan nilai aset, properti juga dapat memberikan pendapatan pasif melalui sewa. Banyak investor yang membeli properti untuk disewakan, baik sebagai hunian maupun tempat usaha, sehingga mendapatkan aliran pendapatan yang stabil.
  3. Diversifikasi Investasi Properti juga menjadi pilihan untuk diversifikasi investasi. Dengan memiliki portofolio investasi yang beragam, risiko investasi dapat diminimalisir. Properti sering kali dianggap sebagai aset yang lebih stabil dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, seperti saham atau obligasi.

Tantangan yang Dihadapi Industri Properti

Meskipun prospek industri properti terlihat cerah, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi:

Iklan
Iklan

Dijual Unit LRT City Ciracas Tower Azure lantai 30 No. Unit 35 2 BR

Jl. Pengantin Ali , Jakarta Timur, DKI Jakarta

IDR 891 jt

Apartemen Strategis di LRT City Ciracas yang nempel dengan stasiun LRT Ciracas LRT City Ciracas Tower Azure lantai 30 No Unit 35 2...

Bisa Nego Dijual
  1. Keterbatasan Lahan Keterbatasan lahan di kota-kota besar menjadi tantangan utama dalam pengembangan properti. Pengembang harus mencari solusi inovatif, seperti pembangunan vertikal atau pengembangan kawasan terpadu untuk mengatasi keterbatasan lahan.
  2. Kenaikan Harga Bahan Bangunan Fluktuasi harga bahan bangunan dapat mempengaruhi biaya konstruksi dan harga jual properti. Pengembang perlu mengelola biaya dengan efisien agar tetap kompetitif di pasar.
  3. Kebijakan Regulasi dan Perizinan Kebijakan regulasi dan perizinan yang ketat bisa menjadi hambatan bagi pengembang. Proses perizinan yang panjang dan birokrasi yang rumit dapat memperlambat pengembangan proyek properti.

Strategi Menghadapi Tantangan

Untuk mengatasi tantangan yang ada, para pelaku industri properti perlu menerapkan strategi yang tepat:

  1. Inovasi dalam Desain dan Konsep Pengembang perlu terus berinovasi dalam desain dan konsep properti yang ditawarkan. Properti dengan konsep ramah lingkungan, teknologi pintar, dan fasilitas lengkap akan lebih diminati oleh konsumen.
  2. Kolaborasi dengan Pemerintah dan Lembaga Keuangan Kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga keuangan dapat membantu dalam penyediaan pembiayaan yang terjangkau bagi konsumen. Program kemitraan publik-swasta juga dapat mempercepat pengembangan proyek properti.
  3. Penggunaan Teknologi dalam Pemasaran Pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran properti dapat memperluas jangkauan pasar. Platform online dan media sosial menjadi alat yang efektif untuk menjangkau konsumen potensial dan meningkatkan penjualan.

Sumber :  https://ekbis.sindonews.com/

Berita Terkait

Iklan
Iklan

Dijual Gudang C Parahyangan FO & Business Park Blok C No. 41

Parahyangan FO Blok C No. 41

2,288 M

Tipe Gudang C Blok C No 41 Pondasi Tiang Pancang Beton Bertulang Dinding Bata Plester ACI Finishing Cat Lantai Loading Dock Cor Be...

Dijual
Iklan
Iklan

Dijual Gudang Multiguna M2 Parahyangan FO & Business Park Blok C, 12A

Parahyangan FO Blok C No. 12 A

2,493 M

Tipe Gudang M2 Blok C No 12 A Pondasi Tiang Pancang Beton Bertulang Dinding Bata Plester ACI Finishing Cat Lantai Loading Dock Cor...

Bisa Nego Dijual