first-page
  • Alfin Ardiansyah
  • 15 July 2024
  • 557

Pengembang Property Harap Kenaikan PPN Jadi 12 Persen Ditunda

Kenaikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) menjadi 12 persen yang rencananya akan diberlakukan tahun ini mendapat reaksi keras dari para pengembang properti. Mereka berharap kebijakan ini ditunda karena dinilai akan berdampak negatif pada sektor properti yang masih dalam proses pemulihan pasca pandemi. Berikut ini ulasan lengkap tentang harapan dan alasan penundaan kenaikan PPN oleh para pengembang properti.

Dampak Kenaikan PPN pada Sektor Properti

Kenaikan PPN dari 10 persen menjadi 12 persen diperkirakan akan meningkatkan harga jual properti. Hal ini tentu akan berpengaruh pada daya beli masyarakat yang sudah menurun akibat pandemi. Para pengembang menilai, kenaikan ini akan menambah beban konsumen dan mengurangi minat beli properti.

Harapan Penundaan Kenaikan PPN

Para pengembang berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali rencana kenaikan PPN ini. Mereka mengajukan beberapa alasan kuat, di antaranya:

  1. Pemulihan Ekonomi: Sektor properti saat ini sedang berusaha bangkit dari keterpurukan akibat pandemi. Kenaikan PPN justru bisa memperlambat proses pemulihan ekonomi.
  2. Daya Beli Konsumen: Peningkatan PPN akan membuat harga properti naik, sehingga mengurangi daya beli masyarakat yang sudah terpuruk akibat situasi ekonomi saat ini.
  3. Investasi Properti: Investor properti mungkin akan berpikir dua kali untuk berinvestasi di Indonesia jika kebijakan ini diberlakukan. Hal ini bisa membuat arus investasi properti ke negara lain yang lebih kompetitif.

 

Dijual Apartment Saffron Noble Sentul City Lantai 32 Unit 20 Suite B

Jl. MH. Thamrin No.63, Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

IDR 1,256 B

Dijual Apartment Saffron Noble Sentul City Lantai 32 No unit 20 Suite B Tower pertama draped 4 tower Saffron Residence di CENTERRA...

Negotiable Sale
Ads

Dampak pada Penjualan Properti

Kenaikan PPN menjadi 12 persen diperkirakan akan berdampak langsung pada penjualan properti. Para pengembang khawatir, peningkatan harga properti akan membuat konsumen menunda pembelian hingga kondisi ekonomi stabil. Akibatnya, target penjualan properti tahun ini mungkin tidak tercapai.

Solusi Alternatif untuk Pemerintah

Para pengembang menyarankan beberapa solusi alternatif yang bisa dipertimbangkan oleh pemerintah untuk mengurangi dampak negatif kenaikan PPN, seperti:

  1. Penundaan Kenaikan: Menunda kenaikan PPN hingga sektor properti benar-benar pulih.
  2. Keringanan Pajak: Memberikan insentif pajak untuk pembelian properti pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.
  3. Program Subsidi: Meluncurkan program subsidi untuk mendukung masyarakat dalam membeli rumah.

Kenaikan PPN menjadi 12 persen adalah kebijakan yang harus dipertimbangkan dengan matang oleh pemerintah. Dalam situasi ekonomi yang masih belum stabil, kebijakan ini bisa memberikan dampak negatif yang cukup signifikan pada sektor properti dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, para pengembang berharap pemerintah dapat menunda kebijakan ini dan mencari solusi alternatif yang lebih menguntungkan semua pihak.

Download aplikasi Jitu Property disini.

Related News

Dijual Unit Rumah Tipe 7 Windsor 2 Lantai Bukit Podomoro Jakarta Timur

Jalan I Gusti Ngurah Rai, RT 12/RW 13

4,9 B

Dijual Unit Rumah Tipe 7 Windsor 2 Lantai Bukit Podomoro Jakarta Timur 2 Lantai Luas Bangunan 138 m2 Luas Tanah 105 m2 Kamar Tidur...

Negotiable Sale
Ads

Dijual Rumah Tipe 7 Art Deco 3 Lantai Bukit Podomoro Jakarta Timur

Jalan I Gusti Ngurah Rai, RT 12/RW 13

5,5 B

Dijual Unit Rumah Tipe 7 Art Deco 3 Lantai Bukit Podomoro Jakarta Timur 2 Lantai Luas Bangunan 123 m2 Luas Tanah 90 m2 Kamar Tidur...

Negotiable Sale
Ads

Dijual Rumah Tipe Luxury Classic 3 Lantai Bukit Podomoro Jakarta Timur

Jalan I Gusti Ngurah Rai, RT 12/RW 13

6,1 B

Dijual Rumah Tipe Luxury Classic 3 Lantai Bukit Podomoro Jakarta Timur 3 Lantai Luas Bangunan 197 m2 Luas Tanah 117 m2 Kamar Tidur...

Negotiable Sale
Ads