first-page
  • Handoyo Saputra
  • 22 April 2024

Permintaan Properti Hijau Meningkat di Asia Pasifik

Permintaan akan bangunan bersertifikat hijau di Asia Pasifik semakin meningkat seiring dengan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan. Hal ini tidak hanya mencerminkan keinginan untuk lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga sejalan dengan upaya untuk mencapai Net Zero Carbon (NZC) di seluruh kawasan.

Namun, meskipun permintaan meningkat, terdapat kesenjangan antara pasokan dan permintaan untuk bangunan bersertifikat hijau di Asia Pasifik. Analisis dari konsultan real estat global JLL menunjukkan bahwa hanya ada 2 sq.ft ruang rendah karbon yang sedang dikembangkan untuk setiap 5 sq.ft yang dibutuhkan hingga tahun 2028.

Hal ini menciptakan tantangan bagi penghuni yang ingin memiliki ruang kantor rendah karbon dalam beberapa tahun mendatang hingga 2030. Menurut JLL, sebanyak 87% dari pengguna bangunan yang disurvei di Asia Pasifik menginginkan portofolio yang terdiri dari 100% bangunan bersertifikat hijau pada tahun 2030, meningkat dari 4% saat ini.

Energi Terbarukan dan Desain Bangunan Interior

Selain itu, tren transisi ke energi terbarukan juga semakin kuat. Sebanyak 74% responden mengharapkan setengah dari kebutuhan energi mereka akan terpenuhi oleh energi terbarukan. Ini mengindikasikan bahwa bangunan tidak hanya akan menjadi konsumen energi pasif, tetapi juga kontributor aktif dengan menghasilkan energi terbarukan untuk kebutuhan sendiri.

Tantangan lainnya terletak pada rancang bangun interior yang seringkali diabaikan dalam upaya keberlanjutan. Saat ini, 65% penghuni menyebutkan investasi yang diperlukan untuk fit-out kantor sebagai salah satu tantangan terbesar mereka. Rancang bangun interior menyumbang sekitar sepertiga dari emisi, terutama karena kantor rata-rata mengalami perubahan interior setidaknya 20 kali dalam siklus hidupnya.

Teknologi dan Kinerja Bangunan Hijau

Dalam menghadapi tantangan ini, pengguna bangunan mulai menuntut data kinerja bangunan hijau yang lebih komprehensif. Mereka beralih ke teknologi keberlanjutan untuk otomatisasi pelacakan dan pelaporan data lingkungan, serta memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi energi.

Namun, di tengah kemajuan ini, navigasi melalui peraturan dan pelaporan ESG yang kompleks tetap menjadi tantangan. Regulasi memainkan peran kunci dalam menilai kesesuaian dengan target iklim, dan pengguna perlu mengidentifikasi standar yang relevan dalam strategi ESG mereka.

Iklan
Iklan

Dijual Unit LRT City Ciracas Tower Azure lantai 28 No. Unit 32 2 BR

Jl. Pengantin Ali , Jakarta Timur, DKI Jakarta

IDR 891 jt

Apartemen Strategis di LRT City Ciracas yang nempel dengan stasiun LRT Ciracas LRT City Ciracas Tower Azure lantai 28 No Unit 32 2...

Bisa Nego Dijual

Di Asia Pasifik, persaingan untuk mendapatkan aset yang berkelanjutan semakin ketat. Pengguna bangunan perlu menghadapi realitas ini dengan perencanaan yang kokoh di sepanjang rantai nilai real estat mereka. Kerjasama dengan pemilik tanah, investor, mitra teknologi, dan pemerintah kota menjadi kunci dalam mencapai tujuan keberlanjutan.

Lonjakan Permintaan Properti Hijau

Di Indonesia, permintaan terhadap properti hijau juga mengalami lonjakan. Pada kuartal keempat tahun 2023, sebanyak 54% bangunan grade A di Jakarta sudah bersertifikat hijau. Ini menunjukkan bahwa transformasi bangunan lama menjadi properti yang lebih berkelanjutan menjadi prioritas untuk memenuhi tuntutan pasar yang semakin sadar akan keberlanjutan.

Bahkan, perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai mengadopsi strategi keberlanjutan dengan memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) untuk memantau data lingkungan. Dengan demikian, memperoleh aset properti yang berkelanjutan akan menjadi kompetitif, dan kerjasama antara pemilik properti dan penghuni menjadi kunci dalam mencapai tujuan bersama.

Transisi ke energi terbarukan, perhatian pada desain bangunan interior, penggunaan teknologi untuk pengelolaan kinerja bangunan hijau, dan kerjasama antara pemangku kepentingan akan menjadi faktor kunci dalam mencapai tujuan keberlanjutan di masa depan. Indonesia, dengan lonjakan permintaan properti hijau, menjadi salah satu contoh bagaimana pasar properti mulai bergerak menuju arah yang lebih berkelanjutan.

Berita Terkait

Iklan
Iklan

Rumah Dijual The Lagoon Park Tipe Carnia Blok E6 No. 27 Bogor

Lagoon Park (Carnia) Blok E6

1,1 M

The Lagoon Park Carnia Blok E6 No 27 Tipe 69 Luas Bangunan 69 Luas Tanah 60 4 Kamar Tidur 2 Kamar Mandi

Bisa Nego Dijual
Iklan
Iklan

Rumah Dijual The Lagoon Park Tipe Carnia Blok E6 No. 16 Bogor

Lagoon Park (Carnia) Blok E6

1,1 M

The Lagoon Park Carnia Blok E6 No 16 Tipe 69 Luas Bangunan 69 Luas Tanah 60 4 Kamar Tidur 2 Kamar Mandi

Bisa Nego Dijual
Iklan
Iklan

The Lagoon Park E8 No. 6 Tipe Evia Kab. Bogor Jawa Barat

Lagoon Park (Evia) E8 No. 6

845,1 jt

The Lagoon Park Evia E8 No 6 Tipe 40 Luas Bangunan 60 Luas Tanah 40 2 Kamar Tidur 1 Kamar Mandi

Bisa Nego Dijual