first-page
  • Handoyo Saputra
  • 15 Maret 2023
  • 711

Dampak Penutupan Silicon Valley Bank Terhadap Perbankan Indonesia

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penutupan Silicon Valley Bank (SVB) oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) Amerika Serikat pada 10 Maret 2023 tidak akan memiliki dampak signifikan pada industri perbankan Indonesia. 

Hal ini dikarenakan kondisi perbankan Indonesia yang kuat dan stabil serta tidak memiliki hubungan bisnis dengan SVB.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa bank-bank di Indonesia tidak memberikan kredit dan investasi kepada perusahaan teknologi startup maupun kripto, berbeda dengan SVB dan perbankan di AS umumnya. 

Oleh karena itu, masyarakat dan industri di Indonesia tidak perlu terpengaruh oleh spekulasi yang berkembang di kalangan masyarakat.

Sejak krisis keuangan pada tahun 1998, Indonesia telah melakukan langkah-langkah penting dalam rangka penguatan kelembagaan, infrastruktur hukum, dan tata kelola serta perlindungan nasabah yang menciptakan sistem perbankan yang kuat, resilien, dan stabil. 

Hal ini tercermin dari kinerja industri perbankan yang baik dan solid serta tetap tumbuh positif di tengah tekanan perekonomian domestik dan global.

Saat ini, kondisi perbankan Indonesia menunjukkan kinerja likuiditas yang baik. Aset perbankan juga terjaga pada komposisi yang proporsional dengan komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang didominasi oleh current account and saving account (CASA) atau dana murah yang semakin meningkat sehingga tidak sensitif terhadap pergerakan suku bunga. 

Iklan
Iklan

Dijual Unit LRT City Ciracas Tower Azure lantai 22 No. Unit 45 2 BR

Jl. Pengantin Ali , Jakarta Timur, DKI Jakarta

IDR 891 jt

Apartemen Strategis di LRT City Ciracas yang nempel dengan stasiun LRT Ciracas LRT City Ciracas Tower Azure lantai 22 No Unit 45 2...

Bisa Nego Dijual

Selain itu, kinerja lainnya seperti risiko kredit, risiko pasar, permodalan, dan profitabilitas masih terjaga dan tumbuh positif.

OJK juga telah melakukan berbagai langkah kebijakan kolaboratif dan sinergi dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, baik secara langsung maupun melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka mengantisipasi dampak dan tekanan global yang mungkin terjadi. 

OJK memastikan akan terus meningkatkan pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang terjadi secara global dan implikasinya terhadap perbankan Indonesia.

Kebijakan OJK ke depan akan terus diarahkan untuk menciptakan situasi kondisi yang semakin kondusif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Oleh karena itu, OJK meminta perbankan untuk senantiasa melakukan langkah-langkah strategis antara lain meningkatkan fungsi dan peran Asset & Liability Committee dalam melakukan pengelolaan aset dan kewajiban, mengevaluasi kecukupan pencadangan risiko, melakukan stress test yang komprehensif serta mengkaji dan mengkinikan recovery dan resolution plan secara berkala.

Berita Terkait

Iklan
Iklan

Rumah Dijual di Kawasan Ecoardence Residence Tipe Lilac Unit 3 BB 5

Paradise Serpong City 2 - Tipe Lilac Unit 3 BB 5

756 jt

Paradise Serpong City 2 Dijual Rumah Kawasan Ecoardence Residence Tipe Lilac No Unit 3 BB 11 Tersedia pembayaran dengan metode cas...

Bisa Nego Dijual
Iklan
Iklan

Dijual Rumah Di Ecoardence Residence Tipe Ariawood Unit 59 BB 5

Paradise Serpong City 2 - Tipe Ariawood Unit 59 BB 5

499 jt

Paradise Serpong City 2 Dijual Rumah Kawasan Ecoardence Residence Tipe Ariawood Unit 59 BB 5 Harga jual mulai 499 juta Cash keras ...

Bisa Nego Dijual
Iklan
Iklan

Dijual Rumah Kawasan Ecoardence Residence Tipe Sandwood Unit 2 BB 15

Paradise Serpong City 2 - Tipe Sandwood Unit 2 BB 15

1,2 M

Paradise Serpong City 2 Dijual Rumah Kawasan Ecoardence Residence Tipe Sandwood No Unit 2 BB 15 Harga jual mulai 1 2 M Cash keras ...

Bisa Nego Dijual